berdiri sendiri

Ketika harus berdiri di atas kaki sendiri, jalan manakah yang harus kita pilih,

mungkinkah ada pilihan untuk kembali?

Advertisements

Dingin Tak Tercatat

Dingin tak tercatat

pada termometer

Kota hanya basah

Angin sepanjang sungai

mengusir, tapi kita tetap saja

disana, Seakan-akan

gerimis raib

dan cahaya berenang

mempermainkan warna

Tuhan, kenapa kita bisa bahagia?

Goenawan Moehamad, 1971 

Tidak ada kata yang bisa menggambarkan betapa berartinya Bandung bagi saya. 19 tahun hidup saya dihabiskan di kota ini, kota kecil yang entah kenapa tetap nyaman, walaupun penuh hiruk pikuk yang bertambah setiap harinya. Bandung, kota kecil penuh cerita yang terangkum di setiap sudut-sudutnya. Kenangan itu mengikat, dan kesan itu menghangatkan. Mungkin karena itu, saya tidak pernah betah meninggalkan Bandung terlalu lama.

Bandung memang tidak seperti dulu, sebagai orang awam dalam bidang tata kota, saya melihat pembangunan kota ini belum jelas arahnya. Bandung yang dulu dijadikan kota peristirahatan, sekarang mulai berubah arah menjadi kota hiburan dan (mungkin) metropolitan. Para pendatang dari luar kota terus berdatangan, dan disaat kemacetan seolah menjadi rutinitas kami –warga kota Bandung- maka kami sadar bahwa Bandung memang telah berubah menuju sebuah kota yang “baru”. But, if home is where the heart is, then Bandung is my home, a place where my heart has always been.

Selamat merayakan ulang tahun ke 201, Bandung. Semoga selalu menjadi kota yang genah, merenah dan tumaninah 🙂

Seandainya semua orang mengerti bahwa hidup adalah pilihan yang tidak bisa dipaksakan, mungkin semua hal di dunia ini tidak akan menjadi terlalu rumit, seperti sekarang ini.

Kenapa begitu sulit untuk sekedar memahami, bahwa orang lain hampir sangat mungkin memilih jalan yang sama sekali berbeda dengan jalan yang saya pilih, atau untuk mengerti mereka yang memilih untuk tidak memilih.

Pun menerima dengan besar hati, mereka yang memilih jalan yang terlihat lebih indah daripada jalan yang telah saya pilih.

Seandainya semua itu semudah kita mengucap janji,

Sepertinya hidup akan terasa lebih mudah untuk dijalani.

lihat sekitarmu,

bersyukurlah sebanyak yang kau mampu.

karena Tuhan tidak pernah memberi kabar,

kapan roda kehidupan akan  berputar.

Aku ingin..

aku ingin mencintaimu dengan sederhana,

dengan kata yang tak sempat diucapkan api kepada kayu

yang menjadikannya abu.

aku ingin mencintaimu dengan sederhana,

dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan

yang menjadikannya tiada.

Sapardi Djoko Damono

 

puisi indah; singkat namun selalu berhasil menggetarkan hati.