Agung Damar Prasetyo

satu lagi orang terdekat saya yang pergi untuk mengejar cita-cita. Sahabat saya dari SMA, Agung, tahun ini akhirnya diterima di Akademi Militer, yang mengharuskan dia pergi ke Magelang.

Yang saya salut dari Agung adalah, dia tau mau dibawa kemana hidupnya. Disaat orang lain ‘labil’ dalam menentukan pilihan hidupnya, dia sudah yakin atas pilihannya, yaitu Akademi Militer. Padahal, 2 tahun lalu, beberapa hari sebelum lebaran, dia mengalami kecelakaan. Di perjalanan ke rumah pacarnya untuk mengantar kartu lebaran (yang tadinya ingin dia berikan sebagai kejutan), motornya tabrakan, dan tangannya patah.

Saya tidak tau bagaimana tepatnya lukanya, tapi yang jelas saat saya tanya apa yang ‘salah’, dia meminta saya memegang tulang di dadanya atasnya (dibawah leher), dan tulang itu ‘hilang’, sedangkan bagi orang ‘normal’, tulang itu seharusnya menonjol.

Saat itu kami semua sedih, karena setau kami untuk menembus seleksi Akademi Militer yang cukup ketat itu, kondisi fisik si peserta harus sempurna. Sedangkan jika Agung seperti itu, bisa dibilang mimpi dia hancur berantakan. Tapi Agung tetap berusaha. Walaupun di seleksi Akademi Militer tahun 2009, dia gagal, dia tidak patah arang, dia tetap berusaha dan meneguhkan hati untuk tetap mengejar mimpinya, dia menunggu seleksi tahun 2010.

Dan, akhirnya, ya, dia berhasil meraih apa yang selama ini dia inginkan. Tahun 2010, saya mendapat kabar dari seorang teman, bahwa dia diterima Akademi Militer. Saat itu saya dan sahabat-sahabat saya berusaha menghubungi dia, tetapi tidak bisa. Saya baru bisa menghubungi dia beberapa hari setelahnya, dan ternyata besoknya, dia harus segera berangkat ke Magelang.

Sedih, di hari keberangkatan dia, kami semua tidak bisa mengantar ke stasiun, karena kuliah yang saat itu sedang sibuk-sibuknya. Kalau saya, hari itu bertepatan dengan Oddisey 2010.

Sedih karena Agung ternyata sempat menelfon Aris untuk meminta maaf dan ‘pamit’, dan sehari sebelum keberangkatannya dia mengirim pesan singkat kepada saya berkata bahwa ‘tidak apa-apa kok Dee tidak mengantar, doanya saja’

Dia adalah sahabat terkuat saya. Semoga Allah selalu memberikan perlindungan bagi Agung dan keluarga.

Pada akhirnya,

selamat meraih mimpi, Agung Damar Prasetyo.

Terimakasih sudah membuktikan bahwa bermimpi itu bukan sesuatu yang sia-sia.

doa kami selalu untukmu.

kabari kami saat kamu pulang ya 🙂

Agung Damar Prasetyo

kumpul-kumpul terakhir sebelum Agung pergi ke Magelang.