Pulang

Setiap selesai bepergian, perjalanan pulang selalu menjadi hal yang menarik bagi saya. Ada kalanya perjalanan pulang terasa menyenangkan, karena saya bisa kembali bertemu dengan wajah-wajah familiar dan merasakan hangatnya berada di ‘rumah’. Di lain waktu, perjalanan pulang juga bisa terasa mendebarkan, karena saya sedikit banyak cemas dengan apa yang akan saya hadapi – apakah ada hal yang terlewatkan ketika saya pergi atau ada perubahan yang belum saya antisipasi. Di beberapa kesempatan, saya merasa sedih, bahkan pernah sampai menangis, karena tidak rela perjalanan tersebut sudah berakhir. Menangis karena sedih berpisah orang-orang yang mengisi perjalanan tersebut juga takut ke depannya tidak akan ada perjalanan seberkesan itu lagi. Meskipun saya menangis, toh jauh di dasar hati saya, sebetulnya saya merasa bersyukur atas cerita dalam perjalanan yang baru saja  saya lalui.

Seiring dengan bertambahnya umur saya, saya semakin menyadari kalau kalimat ‘hidup adalah sebuah perjalanan’ itu nyata adanya. Dimulai dari detik kita dilahirkan ke dunia ini dan diakhiri dengan Pulang. Bedanya, kalau di perjalanan biasanya kita pulang ke ‘rumah’ yang familiar, sementara Pulang di akhir perjalanan hidup adalah Pulang ke rumah, yang belum pernah kita singgahi sebelumnya. Kalau di perjalanan biasanya, setelah pulang kita bisa merencanakan perjalanan selanjutnya, tapi tidak di perjalanan Pulang, dimana kita sendiri tidak mengetahui akan seperti apakah perjalanan selanjutnya itu.

Di akhir setiap perjalanan, selalu ada cerita tentang hal yang berhasil dilakukan, hal-hal yang ingin dilakukan tapi tidak kesampaian, atau justru hal-hal yang sudah kita lakukan tapi kita sesali, karenanya perjalanan pulang menjadi menarik karena di situ saya bisa ‘merangkum’ perjalanan yang telah saya lewati.  Di perjalanan pulang, kita bisa menikmati perasaan hangat & gembira di hati yang acap kali membuat kita tidak sabar untuk merencanakan perjalanan selanjutnya.

Tidak terkecuali di perjalanan Pulang.
Semoga perasaan hangat & gembira itu tetap kita rasakan disaat waktu Pulang itu tiba.

 

“indeed, the home of the hereafter – that is the (eternal) life, if only they knew” (29 : 64)

 

Teruntuk Kak Uyo & Kak Vindhya,
Selamat melanjutkan perjalanan.. tetaplah membagi kebaikan & kebahagiaan di surga.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s