kalau memang laki-laki dan perempuan diciptakan berpasang-pasangan,

bagaimana dengan mereka yang mati tanpa memiliki pasangan hidup,

atau mereka yang memilih untuk hidup sebagai penyuka sejenis?

kalau memang begitu adanya,

kenapa ada orang yang meninggalkan pasangannya,

dan berkata dengan mudahnya, “saya bukan jodohnya”?

apakah jodoh mengenal kecuali?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s